Dr. Wilhelmus Zakaria Johannes sering juga ditulis dalam ejaan baru Wilhelmus Zakaria Yohannes, (Pulau Rote, 1895 – Den Haag,Belanda, 4 September 1952) adalah ahli radiologi pertama di Indonesia. Sebagai dokter Indonesia pertama yang mempelajari ilmu radiologidi Belanda WZ Johannes juga menjadi ahli rontgen pertama yang sangat berjasa dalam pengembangan ilmu kedokteran Indonesiasehingga mendapat gelar Pahlawan Nasional. Namanya diabadikan sebagai nama rumah sakit umum di Kupang, Nusa Tenggara Timuryakni RSU WZ Johannes. Nama pahlawan ini juga diabadikan menjadi nama sebuah kapal perang TNI-AL yakni KRI Wilhelmus Zakaria Johannes. Ia dimakamkan di Pemakaman Jati Petamburan, Jakarta Pusat.
Thursday, March 19, 2015
Tirto Adhi Suryo
Raden Mas Djokomono Tirto Adhi Soerjo (Blora, 1880–1918)
adalah seorang tokoh pers dan tokoh kebangkitan nasional Indonesia,
dikenal juga sebagai perintis persuratkabaran dan kewartawanan nasional
Indonesia. Namanya sering disingkat T.A.S..
Tirto menerbitkan surat kabar Soenda Berita (1903-1905), Medan Prijaji (1907) dan Putri Hindia (1908). Tirto juga mendirikanSarikat Dagang Islam.
Medan Prijaji dikenal sebagai surat kabar nasional pertama karena
menggunakan bahasa Melayu (bahasa Indonesia), dan seluruh pekerja mulai
dari pengasuhnya, percetakan, penerbitan dan wartawannya adalah pribumi Indonesia asli.
ThahaSyaifuddin
Sultan Thaha Syaifuddin (Jambi, 1816 - Betung, 26 April 1904) adalah seorang sultan terakhir dari Kesultanan Jambi. Dilahirkan di Keraton Tanah pilih Jambi pada pertengahan tahun 1816. Ketika kecil ia biasa dipanggil Raden Thaha Ningrat dan bersikap sebagai seorang bangsawan yang rendah hati dan suka bergaul dengan rakyat biasa.
Untung Suropati
Untung Surapati (Bahasa Jawa: Untung Suropati) (terlahir Surawiroaji, lahir di Bali, 1660 – meninggal dunia di Bangil, Jawa Timur, 5 Desember 1706 pada umur 45/46 tahun) adalah seorang tokoh dalam sejarah Nusantara yang dicatat dalam Babad Tanah Jawi. Kisahnya menjadi legendaris karena mengisahkan seorang anak rakyat jelata dan budak VOC yang menjadi seorangbangsawan dan Tumenggung (Bupati) Pasuruan.
Tuanku Tambusai
Tuanku Tambusai (lahir di Tambusai, Rokan Hulu, Riau, 5 November 1784 – meninggal di Negeri Sembilan, Malaya Briania, 12 November 1882 pada umur 98 tahun) adalah salah seorang tokoh Paderi terkemuka.
Tuanku Tambusai lahir di Dalu-dalu, nagari Tambusai, Rokan Hulu, Riau. Dalu-dalu merupakan salah satu desa pedagang Minangkabau yang didirikan di tepi sungai Sosah, anak sungai Rokan. Tuanku Tambusai memiliki nama kecil Muhammad Saleh, yang setelah pulang haji, dipanggilkan orang Tuanku Haji Muhammad Saleh.
Tuanku Tambusai merupakan anak dari pasangan perantau Minang,
Tuanku Imam Maulana Kali dan Munah. Ayahnya berasal dari nagari Rambah
dan merupakan seorang guru agama Islam. Oleh Raja Tambusai ayahnya
diangkat menjadi imam dan kemudian menikah dengan perempuan setempat.
Ibunya berasal dari nagari Tambusai yang bersuku Kandang Kopuh. Sesuai
dengan tradisi Minang yang matrilineal, suku ini diturunkannya kepada
Tuanku Tambusai.
Sewaktu kecil Muhammad
Saleh telah diajarkan ayahnya ilmu bela diri, termasuk ketangkasan
menunggang kuda, dan tata cara bernegara.
Untuk memperdalam ilmu agama, Tuanku Tambusai pergi belajar ke Bonjol dan Rao di Sumatera Barat.
Disana ia banyak belajar dengan ulama-ulama Islam yang berpaham Paderi,
hingga dia mendapatkan gelar fakih. Ajaran Paderi begitu memikat
dirinya, sehingga ajaran ini disebarkan pula di tanah kelahirannya.
Disini ajarannya dengan cepat diterima luas oleh masyarakat, sehingga ia
banyak mendapatkan pengikut. Semangatnya untuk menyebarkan dan
melakukan pemurnian Islam, mengantarkannya untuk berperang mengislamkan
masyarakat di tanah Batak yang masih banyak menganut pelbegu.
Perjuangannya dimulai di daerah Rokan Hulu dan sekitarnya dengan pusat
di Benteng Dalu-dalu. Kemudian ia melanjutkan perlawanan ke wilayah Natal pada
tahun 1823. Tahun 1824, ia memimpin pasukan gabungan Dalu-dalu,
Lubuksikaping, Padanglawas, Angkola, Mandailing, dan Natal untuk melawan
Belanda. Dia sempat menunaikan ibadahhaji dan juga diminta oleh Tuanku Imam Bonjol untuk mempelajari perkembangan Islam di Tanah Arab.
Dalam kurun waktu 15 tahun, Tuanku Tambusai cukup merepotkan pasukan Belanda, sehingga sering meminta bantuan pasukan dari Batavia.
Berkat kecerdikannya, benteng Belanda Fort Amerongen dapat dihancurkan.
Bonjol yang telah jatuh ke tangan Belanda dapat direbut kembali
walaupun tidak bertahan lama. Tuanku Tambusai tidak saja menghadapi
Belanda, tetapi juga sekaligus pasukan Raja Gedombang (regent Mandailing) dan Tumenggung Kartoredjo, yang berpihak kepada Belanda. Oleh Belanda ia digelari “De Padrische Tijger van Rokan”
(Harimau Paderi dari Rokan) karena amat sulit dikalahkan, tidak pernah
menyerah, dan tidak mau berdamai dengan Belanda. Keteguhan sikapnya
diperlihatkan dengan menolak ajakan Kolonel Elout untuk berdamai. Pada
tanggal 28 Desember 1838, benteng Dalu-dalu jatuh ke tangan Belanda.
Lewat pintu rahasia, ia meloloskan diri dari kepungan Belanda dan
sekutu-sekutunya. Ia mengungsi dan wafat di Seremban, Negeri Sembilan, Malaysia pada tanggal 12 November 1882.
Karena jasa-jasanya menentang penjajahan Hindia-Belanda, pada tahun 1995 pemerintah mengangkatnya sebagai pahlawan nasional.
FUNGSI MENU IKON EXCEL
Tabel 5.1 Fungsi Menu dan Ikon Tab Home.
|
Menu Tab Home
|
|
|
Kelompok Clipboard
|
|
|
Paste
|
Menempelkan hasil perintah cut/copy
yang ada di clipboard
|
|
Cut
|
Memindahkan bagian yang ditandai
ke clipboard
|
|
Copy
|
Menyalin ke clipboard
|
|
Format Painter
|
Melakukan copy format
|
|
Kelompok Font
|
|
|
Font Selection
|
Mengganti jenis huruf
|
|
Font Size
|
Mengatur ukuran huruf
|
|
Increase/Decrease Font
|
Menaikkan dan menurunkan ukuran
font satu tingkat
|
|
Bold, Italic, Underline
|
Menebalkan, memiringkan,
menggarisbawahi teks
|
|
Border
|
Membuat garis bingkai sel
|
|
Fill
|
Mewarnai sel
|
|
Color
|
Mewarnai huruf
|
|
Kelompok Aligment
|
|
|
Vertical Alignment
|
Mengatur posisi teks secara
vertikal pada sel.
Atas, tengan, dan bawah |
|
Perataan teks
|
Mengatur perataan teks, kiri,
tengah, dan kanan
|
|
Indent
|
Menambah dan mengurangi inden teks
|
|
Teks Orientation
|
Mengubah kemiringan teks
|
|
Merge Cell
|
Menggabungkan sel
|
|
Page Break
|
Mengatur pemisah halaman
|
|
Kelompok Number
|
|
|
Format Cell
|
Pengaturan jenis penulisan angka
|
|
Currency
|
Format angka untuk mata uang
|
|
Persen
|
Format angka persen
|
|
Comma
|
Mengubah nilai koma ribuan
|
|
Increase/Decrease Decimal
|
Menambah dan mengurangi nilai
desimal
|
|
Kelompok Style
|
|
|
Conditional Formatting
|
Melakukan format terkondisi
|
|
Format as Table
|
Membuat format tabel cepat
|
|
Cell Styles
|
Membuat format sel secara cepat
|
|
Kelompok Cells
|
|
|
Insert
|
Memasukkan sel baru
|
|
Delete
|
Menghapus sel
|
|
Format
|
Melakukan format sel
|
|
Kelompok Editing
|
|
|
Sum
|
Melakukan penghitungan
|
|
Fill
|
Membuat pola angka secara kontinu
|
|
Clear
|
Menghapus semuanya dari sel,
nilai, hingga format
|
|
Sort & Filter
|
Mengatur data agar mudah
dianalisis
|
|
Find & Select
|
Mencari dan menyeleksi teks dalam
lembar kerja
|
Budaya Internet
Jumlah pengguna Internet yang besar dan
semakin berkembang, telah mewujudkan budaya Internet. Internet juga mempunyai
pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google,
pengguna di seluruh dunia mempunyai akses Internet yang mudah atas
bermacam-macam informasi. Dibanding dengan buku dan perpustakaan, Internet
melambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi
dan data secara ekstrem.
Subscribe to:
Posts (Atom)