Friday, January 23, 2015

Ciri-Ciri Makhluk Hidup

 Ciri-Ciri Makhluk hidup

1 . B e r g e r a k
Bergerak adalah merupakan perubahan posisi, baik seluruh tubuh atau sebagian. Hal ini disebabkan oleh adanya tanggapan terhadap rangsang. Gerak yang dilakukan pada tumbuhan antara lain : gerak menutupnya daun putri malu jika disentuh, gerak ujung batang dari bawah ke atas ke arah sinar matahari, dan gerak membukanya biji lamtoro disebabkan perubahan kadar air. Pada hewan juga terdapat gerak, antara lain : gerak aktif pada hewan vertebrata yaitu alat gerak berupa otot, gerak pasif pada hewan vertebrata yaitu alat gerak berupa tulang, dan gerak pada manusia yaitu berjalan, berlari dan lain-lain.

2 . Peka Terhadap Rangsang (iritabilitas)
Tumbuhan, hewan dan manusia mempunyai kepekaan terhadap rangsang (iritabilitas). Hal ini dapat ditunjukkan sebagai berikut: 
  • Pada tumbuhan, daun putri malu bila diberi rangsang sentuhan akan menanggapi rangsang dengan menutup daunnya.
  • Pada hewan, ayam ketika fajar menyingsing akan berkokok.
  • Manusia jika diberi bau yang merangsang akan menanggapi rangsang, misalnya bersin.
3 . Memerlukan Makan (nutrisi)
Setiap makhluk hidup memerlukan makan. Hal ini bertujuan agar dapat mempertahankan hidup, menghasilkan energi, dan pertumbuhan. Setiap makhluk hidup mempunyai cara yang berbeda-beda dalam memperoleh makanan. Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Hewan dan manusia tidak dapat membuat makanan sendiri, tetapi tergantung pada makhluk hidup lainnya.

4 . Bernafas (respirasi)
Bernafas yaitu pengambilan oksigen untuk oksidasi makanan, sehingga memperoleh energi dan mengeluarkan karbondioksida sebagai zat sisa. Hewan vertebrata di darat bernafas dengan paru-paru, ikan bernafas dengan insang, cacing bernafas dengan kulit. Tumbuhan, pada daun bernafas melalui stomata, pada batang melalui lentisel dan di akar melalui bulu-bulu akar. Manusia bernafas dengan paru-paru.

5 . Tumbuh dan Berkembang
Tumbuh adalah bertambahnya volume atau ukuran makhluk hidup yang irreversible. Berkembang adalah proses menuju kedewasaan yang dipengaruhi oleh hormon, nutrisi dan lingkungan.

6 . Berkembangbiak (reproduksi)
Berkembangbiak adalah memperbanyak diri untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Cara berkembangbiak sebagai berikut :
  • Secara kawin/generatif, yaitu perkembangbiakan yang melibatkan sel telur dan sel sperma.
  • Secara tak kawin/vegetatif, yaitu perkembangbiakan yang tidak melibatkan sel telur dan sel sperma, melainkan melibatkan sel tubuh.
7 . A d a p t a s i
Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan dan untuk mempertahankan diri. Terdapat tiga macam adaptasi, yaitu:
  • Adaptasi morfologi, yaitu penyesuaian diri terhadap alat-alat tubuhnya. Contoh: burung elang mempunyai kuku yang tajam untuk menerkam mangsa. Bunga teratai mempunyai daun yang lebar untuk memperluas bidang penguapan.
  • Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuian diri terhadap lingkungan dengan fungsi alat-alat tubuh. Contoh : Manusia menambah jumlah sel darah merah bila berada di pegunungan. Kotoran unta kering , tetapi urinenya kental
  • Adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan tingkah lakunya. Contoh: Bunglon mengubah warna tubuhnya, ikan paus muncul ke permukan secara periodik.
8 . Re g u l a s i
Regulasi adalah proses pengaturan keserasian di dalam tubuh organisme yang diatur oleh syaraf dan hormon. 
9 . E k s k r e s i
Eksresi adalah proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme tubuh. Dalam proses oksidasi makanan selain menghasilkan energi, tubuh organisme juga menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan dari tubuh. Apabila zat sisa tersebut tidak dikeluarkan akan membahayakan tubuh. Contoh: Manusia mengeluarkan karbondioksida melalui paru–paru, ikan mengeluarkan karbondioksida melalui insang.


Gaya Renang

Gaya Renang



Gaya renang adalah cara melakukan gerakan lengan dan tungkai berikut koordinasi dari kedua gerakan tersebut yang memungkinkan orang berenang maju di dalam air. Meskipun demikian, orang juga dapat berenang hanya dengan menggerakan kedua belah kaki sementara lengan tetap diam, atau hanya dengan kedua belah lengan sementara kaki tetap diam. Cara berenang seperti demikian dilakukan penyandang tuna daksa dan orang lumpuh.
Selain empat jenis gaya renang yang dipertandingkan (gaya dada, gaya bebas, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu) , masih dikenal berbagai variasi gaya renang yang lain. Dalam perlombaan renang dikenal istilah renang gaya ganti yang mengacu kepada urutan gaya renang yang harus dilakukan. Dalam nomor renang gaya ganti perorangan, perenang memulai dengan gaya kupu-kupu, diteruskan dengan gaya punggung, gaya dada, dan diakhiri dengan gaya bebas.


Gaya renang yang utama

Keseluruhan gaya renang merupakan kombinasi dari posisi badan, gerakan lengan, gerakan tungkai, tempo, dan pernapasan. Gaya renang diberi nama berdasarkan posisi badan di air (gaya dada, gaya punggung) atau nama pencipta (gaya trudgen).
  • Gaya bebas (front crawl)
    • Gaya trudgen (trudgeon): serupa dengan gaya bebas, namun dengan gerakan kaki gunting.
  • Gaya kupu-Kupu
  • Gaya dada
  • Gaya anjing : kepala mendongak di atas air sementara tungkai dan lengan digerak-gerakan di dalam air seperti anjing berenang.
  • Gaya punggung 
  • Gaya samping, berasal dari perkembangan gaya dada.

Sunday, January 18, 2015

Pemuaian

Muai panjang

Rumus:


  • Lt = panjang akhir (m, cm)
  • Lo = panjang awal (m, cm)
  • = koefisien muai panjang (/°C)
  • = perbedaan suhu (°C)

Muai volume

Rumus:



Keterangan:
  • Vt = volume akhir (m3, cm3)
  • Vo = volume awal (m3, cm3)
  • = = koefisien muai volume (/°C)
  • = selisih suhu (°C)

Muai luas

Rumus:



Keterangan:
  • At = luas akhir (m2, cm2)
  • Ao = luas awal (m2, cm2)
  • = = koefisien muai luas (/°C)
  • = selisih suhu (°C)


Teropong Bintang ~ Alat Optik

Teropong Bintang

Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata tidak berakomodasi



Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:



Dengan ketentuan:
  • d = Jarak lensa objektif dan lensa okuler
  • M = Pembesaran teropong bintang
  • Fob = Jarak fokus lensa objektif
  • Fok = Jarak fokus lensa okuler

Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata berakomodasi maksimum



Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:




Dengan ketentuan:
Dengan ketentuan:
  • M = Pembesaran teropong bumi
  • Fob = Jarak fokus lensa objektif
  • Fok = Jarak fokus lensa okuler

Jarak lensa objektif dan lensa okuler




Dengan ketentuan:
  • d = Jarak lensa objektif dan lensa okuler
  • Fob = Jarak fokus lensa objektif
  • Fp = Jarak fokus lensa pembalik
  • Fok = Jarak fokus lensa okuler


Mikroskop ~ Alat Optik


Mikroskop

 

 
Pembesaran mikroskop adalah hasil kali pembesaran lensa objektif dan pembesaran lensa okuler, sehingga dirumuskan:

Mmik = Mob x Mok


Karena lensa okuler mikroskop berfungsi seperti lup, pembesaran mikroskop dirumuskan sebagai berikut:

Pembesaran Mikroskop pada saat mata berakomodasi maksimum



Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:



Dengan ketentuan:
  • Mmik = Pembesaran mikroskop
  • Mob = Pembesaran oleh lensa objektif
  • Mok = Pembesaran oleh lensa okuler (seperti perbesaran pada lup)
  • Sn = Titik dekat mata
  • Fok = Jarak fokus lensa okuler
  • S'ob = jarak bayangan oleh lensa objektif
  • Sob = jarak benda di depan lensa objektif
  • d = jarak lensa objektif dan lensa okuler

Pembesaran Mikroskop pada saat mata tidak berakomodasi



Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:



Dengan ketentuan:
  • Mmik = Pembesaran mikroskop
  • Mob = Pembesaran oleh lensa objektif
  • Sn = Titik dekat mata
  • Fok = Jarak fokus lensa okuler
  • S'ob = jarak bayangan oleh lensa objektif
  • Sob = jarak benda di depan lensa objektif
  • d = jarak lensa objektif dan lensa okuler.

Lup (Kaca Pembesar) ~ Alat Optik

Lup (Kaca Pembesar)

Pembesaran bayangan saat mata tidak berakomodasi


Dengan ketentuan:
  • M   = Pembesaran
  • Sn  = Titik dekat (cm)
  • f    = Fokus lup (cm)

Gerak Lurus Beraturan

Gerak lurus beraturan

Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah suatu gerak lurus yang mempunyai kecepatan konstan. Maka nilai percepatannya adalah a = 0. Gerakan GLB berbentuk linear dan nilai kecepatannya adalah hasil bagi jarak dengan waktu yang ditempuh.
Rumus:



Dengan ketentuan:
  • s = Jarak yang ditempuh (km, m)
  • v = Kecepatan (km/jam, m/s)
  • t = Waktu tempuh (jam, sekon)
Catatan:
  1. Untuk mencari jarak yang ditempuh, rumusnya adalah .
  2. Untuk mencari waktu tempuh, rumusnya adalah \!t=\frac{s}{v}.
  3. Untuk mencari kecepatan, rumusnya adalah .

Kecepatan rata-rata

Rumus: